Asmi Yuriana Dewi Blog

Blog Pribadi Asmi Yuriana Dewi

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

February8

LAPORAN AKSI NYATA MODUL 1.4 BUDAYA POSITIF

ASMI YURIANA DEWI, M.Pd

SMAN 11 PADANG

CALON GURU PENGGERAK ANGKATAN  4

KOTA PADANG _ SUMATERA BARAT

 

klik  di sini

  1. Latar Belakang

 

Semakin canggihnya kemajuan zaman berdampak positif dan negatif dalam dunia pendidikan. Kemajuan teknologi yang sangat cepat, memberikan efek yang luar biasa dalam dunia pendidikan. “Dunia dalam genggaman” dengan kecanggihan teknologi internet, smartphone telah digunakan oleh semua kalangan dari anak kecil sampai orang tua. Sejauhmana kontrol keluarga dalam memfilter penggunaan handphone dan bagaimana peran sekolah dalam meminimalisir dampak negatif dari kemajuan teknologi ini.

Kondisi pembelajaran daring pada saat pandemi ini menjadi tantangan bagi dunia pendidikan untuk menyeimbangkan penggunaan teknologi internet melalui smartphone untuk menjadikan pembelajaran yang inovatif. Namun, tidak kehilangan jati diri dalam membentuk budaya positif bagi siswa, membentuk karakter yang sesuai dengan profil pelajar pancasila. Tantangan besar untuk mengevaluasi pembelajaran daring pada situasi ini untuk melihat sejauhmana tercapainya tujuan pendidikan, terutama evaluasi terhadap pembiasaan budaya positif bagi siswa seperti disiplin, berkarakter, mandiri, tanggung jawab, religius, dan hormat kepada orang tua.

Dengan menelaah lagi, dasar-dasar pendidikan menurut Ki Hajar Dewantara yang menginspirasi dan dasar bagi pendidikan Indonesia diantaranya menuntun, pendidikan yang berpihak kepada anak, anak bukan tabula rasa, menumbuhkan budi pekerti. Guru seyogya mengilhami dasar-dasar pendidikan dalam menumbuhkan budaya positif bagi siswa untuk menimalisir dampak negatif dari penggunaan internet dan smartphone dikalangan siswa saat ini. Menuntun dengan memperhatikan kodrat anak dan kodrat zaman, perkembangan teknologi yang pesat tetap tidak menghalangi bagi guru, sekolah untuk menanamkan budaya positif bagi siswa. Budaya positif akan menjadi dasar bagi anak untuk mampu hidup mandiri dan aman ditengah masyarakat.

Dalam mewujudkan budaya positif yang mengakar di sekolah harus didukung oleh semua stakeholder sekolah. Budaya positif dimulai dari pembiasaan positif dan tertanam secara sadar. Pembiasaan positif dilakukan secara konsisten agar menjadi motivasi instrinsik, terbiasa, tertanam dan terbentuk budaya positif di sekolah dalam mewujudkan siswa yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berakhlak mulia, Mandiri, Bernalar kritis, Kebinekaan global, bergotong royong dan kreatif.

 

  1. Deskripsi Aksi Nyata

 

Dalam membangun budaya positif di sekolah harus didukung oleh semua pihak disertai program dan pembiasaan yang dilaksanakan secara konsisten. Bentuk kegiatan pembiasaan budaya positif dalam ruang kelas dan kegiatan di luar kelas. Pada kegiatan di dalam kelas dalam bentuk memberikan penguatan akan kemampuan siswa, motivasi, membangun disiplin dalam tugas dan mematuhi tata tertib sekolah.

Pada kegiatan di luar kelas menyangkut kebijakan sekolah dengan program kegiatan pembiasaan budaya positif. Keyakinan sekolah dalam tata tertib sekolah direvisi dan disusun dari tahun ke tahun oleh MPK/OSIS, dan nantinya disosialisasikan ke anggota kelas untuk langkah pembiasaan siswa, mengontrol dan evaluasi pelaksanaan keyakinan sekolah oleh Tim Gerakan Disiplin Sekolah (GDS). Selain itu, dilaksanakan kegiatan kelas motivasi, pembentukan karakter untuk mendukung pelaksanaan pembiasaan budaya positif.

  1. Proses pembelajaran di kelas

Upaya dalam membangun budaya positif di sekolah yang berpihak pada murid diawali dengan membentuk lingkungan kelas yang mendukung terciptanya budaya positif, yaitu dengan menyusun kesepakatan kelas. Kesepakatan kelas yang efektif dapat membantu dalam pembentukan budaya disiplin positif di kelas. Memberikan motivasi secara kontiniu kepada siswa akan kemampuan diri dan pentingnya budaya positif

 

  1. Menyediakan Buku kendali Ibadah dan Ringkasan Kultum

Pembiasaan positif dilakukan dengan menyediakan buku kendali ibadah dan ringkasaan kultum bagi siswa. Hal ini menjadi alat kontrol bagi sekolah dan orang tua sejauhmana pembiasaan ibadah siswa. Selian itu, ringkasan kultum sebagai bukti siswa mendengarkan kultum yang dilaksanakan setiap Jumat pagi baik secara daring maupun tatap muka dan bagian program gerakan literasi sekolah.

buku kendali ibadah

 

 

 

 

 

2. Peraturan sekolah.

Meskipun keyakinan sekolah yang telah menjadi peraturan sekolah telah dicoba melalui tahapan yang idealnya, dimana tim MPK OSIS menelaah peraturan sekolah dan diteruskan pada tahapan sosialisasi pada masing-masing kelas.  Situasi Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) mengakibatkan menurunnya pembiasaan siswa. Untuk menyikapi hal demikian sekolah berusaha untuk mengingatkan demi pembiasaan disiplin sekolah. Bertahap karena efek PJJ yang membuat siswa terlena tanpa aturan seragam sekolah

 

upacara gds gerbang

 

 

 

 

 

 

 

 

 

3. Kelas Motivasi

Untuk menumbuhkan motivasi belajar siswa dan pembiasaan budaya positif yang tertanam dari kesadaran dalam diri, perlu adanya kegiatan motivasi secara konsisten dan berkelanjutan. Menyikapi hal demikian sekolah membuat program kelas motivasi pertingkat. Kegiatan ini dilaksanakan secara bergantian perminggunya

kelas motivasi 2 kelas motivasi 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

4. Kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan MPK/OSIS

Dalam menyiapkan kepengurusan MPK/OSIS dan membekali siswa dengan jiwa kepemimpinan maka dilaksanakan latihan dasar kepemimpinan. Pada LDK yang dilaksanakan di SMA INS kayu tanam ini siswa dipupuk dengan pembiasaan budaya disiplin positif agar nanti siap memegang amanah dan bisa menebar budaya positif kepada teman-temannya di sekolah

ldk

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

5. Kegiatan ekstrakurikuler

Kegiatan ekstrakurikuler adalah wadah bagi siswa mengembangakan bakat dan minatnya. Motovasi dan kepercayaan diri akan tumbuh ketika siswa mampu mengekplore kemampuannya. Selain itu, disiplin positif siswa akan terbentuk dengan kegiatan pengembangan diri/ekstrakukrikuler

ekskul 2 ekskul 1

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

6. Diskusi Rutin dengan MPK/OSIS

  agenda rutin

 

 

 

 

 

 

7. Kegiatan Sosialisasi Sadar Hukum

Untuk menumbuhkan sadar hukum siswa dan sebagai penunjang sekolah mengikuti lomba sekolah sadar hukum tingkat Provinsi maka sekolah mengundang pihak kepolisian untuk menjadi pembina upacara untuk memberikan informasi tentang pentingnya sadar hukum. Selain itu juga dilaksanakan kegiatan sosialisasi khusus untuk kelompok siswa sadar hukum. Pada saat yang sama juga dilaksanakan pengalungan kembali medali PORKOT dan KEJURDA untuk memberikan motivasi positif kepada siswa

 

sadar hukum 2 sadar hukum 1

 

 

 

 

medali

 

 

 

 

 

 

 

8. Budaya Positif melalui Soft Skil “SMAN 11 TV”

Untuk pengembangan ekskul PODCAST di SMAN 11 Padang dengan program SMAN 11 TV agar lebih mengembangkan minat dan bakat siswa. Program yang dalam tahpodcastap editing ini adalah NEWS dan Minat Bakat.

 

 

 

 

 

 

news minat bakat

 

 

 

 

 

 

Email will not be published

Website example

Your Comment: